Cooking for Love
  • Sinopsis

    Jalan menuju hati seseorang adalah melalui perut mereka! Pemenang pahlawan makanan, Sarah Benjamin, dan figur layar kaca serta koki, Nik Michael Imran kembali untuk kompetisi yang lebih bersahabat saat mereka saling berhadapan di dapur untuk menciptakan hidangan terjangkau untuk acara keluarga khusus. Memasak untuk Cinta, tantangan mereka adalah untuk menciptakan menu mengagumkan yang dapat dinikmati seluruh keluarga, baik untuk hari jadi, reuni, atau perayaan ulang tahun! Setelah mencoba tiap santapan, para keluarga mengambil suara untuk hidangan favorit mereka dan kami mengetahui koki mana yang memenangkan hati dan perut para tamu!

    Sarah Benjamin

    Dipersembahkan oleh: Sarah Benjamin

    Sarah Benjamin adalah satu dari dua orang pemenang di acara Food Hero musim pertama. Digabungkan dengan sifatnya yang ramah dan bersahaja, hasrat Sarah untuk makanan sangat menular dan tak dapat dipungkiri. Ikuti Sarah di acara Must Try! Asia, sebuah serial wisata dan makan yang mengunjungi ibu kota paling populer di Asia, dan Cooking for Love, adalah tempat Sarah dan rekannya, Nik Michael Imran, akan diadu untuk menciptakan hidangan yang terjangkau untuk acara-acara keluarga yang spesial. Sarah juga memandu serial Internet Asian Food Channel yang berjudul Simply Special, menampilkan cara membuat resep-resep buatan buatan rumah yang mudah. Serta tayangan GR848, sebuah serial wisata yang menampilkan restoran-restoran yang menyajikan hidangan lezat seharga kurang dari 8 dolar.

    Sarah dilahirkan di Singapura dari ayah berkebangsaan Inggris dan Ibu peranakan-China. Dia tumbuh dewasa membantu orang tuanya dan neneknya memasak di rumah. Salah satu kenangan terindah masa kecilnya adalah membantu neneknya membuat hidangan-hidangan China Hakka seperti Yam Abascus untuk perayaan Tahun Baru China.

    Saat harus berkuliah, Sarah pindah ke Skotlandia untuk belajar sosiologi dan politik di Universitas Edinburgh. Saat itulah Sarah mulai mempelajari sendiri makanan Asia untuk memuaskan keinginan bawaannya akan masakan Asia. Pada saat bersamaan, dia mulai membuat blog makanannya sendiri dan menyelami dunia penataan makanan dan fotografi.

    Setelah lulus kuliah, Sarah tinggal di London, sebelum kembali ke Singapura untuk bekerja sebagai seorang eksekutif pemasaran untuk sebuah grup restoran. Dia masih sesekali mengurus acara-acara perusahaan, tapi merasa paling bahagia saat mencoba makanan baru atau memasak di rumah. Sarah telah menjadikan misi hidupnya untuk memberi makan orang-orang dan membahagiakan mereka, satu demi satu perut! Bermukim di Singapura saat ini, Sarah menikmati bermain piano dan selo saat dia sedang tak memasak.

    Nik Michael Imran

    Dipersembahkan oleh: Nik Michael Imran

    Koki Nik memiliki darah Australia-Malaysia dan sulung dari enam bersaudara. Lahir di Selangor, Malaysia, dia tumbuh dalam pengaruh memasak ayahnya, yang dahuku memiliki sebuah restoran Italia di Brisbane, Australia. Ini menumbuhkan minatnya dalam memasak dari usia muda. Di usia 15 tahun, dia mulai mendapatkan kemampuan memasak dari ayahnya dan memupuk bakatnya dengan membaca buku-buku dan situs-situs kuliner. Hidangan pertama yang dia pelajari dari ayahnya adalah sebuah hidangan penutup Prancis, Crepe Suzette. Pada tahun 2011, Koki Nik adalah salah satu dari 24 finalis dari 500 kontestan dalam musim pertama MasterChef Malaysia. Acara itu membuatnya mendapat sorotan nasional atas bakat memasaknya. Dengan karier memasak yang berkembang, Koki Nik memutuskan untuk menunda pendidikan bisnisnya dan berfokus dalam seni kuliner.

    Pada akhir tahun 2012, Koki Nik mengarungi sebuah perjalanan kuliner dengan ayahnya, membuka kafe makanan menenangkan, PickNik, di Kuala Lumpur. Dengan desain dapur terbuka, restoran itu menyajikan hidangan-hidangan kontemporer lezat seperti Cutlet Domba Panggang dengan Sambal Kimchi dan Spageti Aglio Olio.

    Koki Nik membintangi serial asli Asian Food Channel yang berjudul Tea Twist, sebuah acara yang memperlihatkan cara membuat minuman berbasis teh kapan pun dan di mana pun. Dia juga membintangi Cooking for Love, sebuah acara yang mempertontonkan persaingan antara dia dan Sarah Benjamin untuk membuat hidangan dengan harga terjangkau untuk acara keluarga istimewa.

    Koki Nik memiliki keinginan kuat untuk menulis sebuah buku tentang filosofi masakan \'kampong\' asal Malaysia. Dia percaya dengan menerbitkan buku itu, dia bisa membuat hidangan tradisional Malaysia dikenal karena hidangan dan metode memasaknya yang unik belum pernah didokumentasikan secara mendetail.